Perayaan Idul Fitri Terunik di Dunia |Top Five Eid tradition

XmartBlog. Bulan Ramadan resmi berakhir pada Rabu (6/7). Tibalah hari kemenangan, Idul Fitri, dirayakan penuh sukacita di seluruh dunia.
Berbeda dari kebiasaan umat muslim Timur Tengah, perayaan Idul Fitri di Indonesia terhitung lebih meriah dibanding Idul Adha.
Masyarakat muslim Tanah Air punya beberapa ritual khas yang sulit dicari padanannya di negara muslim lainnya. Misalnya saja tradisi mudik dari kota besar ke kampung halaman, membuat ketupat, serta memasak opor ayam untuk sajian keluarga sesudah salat Ied. Demikian pula tradisi saling mengunjungi tetangga di hari raya.
Kendati begitu, umat muslim di pelbagai negara tetap punya caranya masing-masing merayakan Idul Fitri. Ada yang menempatkan Idul Fitri tak lebih meriah dibanding Idul Adha. Namun ada juga negara, yang seperti Indonesia, memberlakukan libur nasional panjang untuk menandai akhir bulan puasa.
Kami merangkum lima tradisi perayaan Idul Fitri paling unik di dunia, yang khas di setiap negara. Unik di sini artinya seperti kehadiran ketupat atau baju koko yang hanya ada dalam kebiasaan muslim Indonesia.
Seperti apakah tradisi-tradisi unik tersebut? Berikut rangkumannya:

1.
 Festival Manisan di Turki


Umat muslim di Turki menempatkan Idul Fitri lebih penting dibanding Idul Adha, sama seperti tradisi Indonesia. Pemerintah Turki menetapkan libur nasional sebanyak tiga hari di luar hari raya.
Namun yang berbeda dari perayaan Idul Fitri di Tanah Air terletak pada tradisi kulinernya. Permen atau gulali akan sangat melimpah di rumah-rumah keluarga muslim Turki setelah Salat Ied.
Warga setempat menyebut Idul Fitri sebagai 'Hari Raya Gula' alias Seker Bayram. Setiap keluarga akan mengantarkan manisan, permen, dan semacamnya ke tetangga mereka, seperti dilansir situs eid.net.in.
Permen ini jadi komponen wajib, sudah biasa jika anak kecil akan berkeliling kampung untuk mencari gula-gula sebanyak mungkin. Bagi orang Barat, tradisi Idul Fitri di Turki sekilas lebih mirip Helloween.
Turki juga mengenal tradisi mudik, namun skalanya tidak sebesar di Pulau Jawa. Biasanya umat muslim akan melakukan ziarah kubur setelah salat Ied.


2.
  Ziarah Kubur Hio di China


Dari 56 etnis diakui pemerintah China, ada 10 etnis yang penduduknya mayoritas muslim.
Untuk warga muslim dari etnis Hui di Provinsi Ningxia, ada satu tradisi setelah Salat Idul Fitri yang tak pernah ditinggalkan yakni ziarah kubur.
Ziarah kubur mereka terlihat unik karena masih memakai hiu atau dupa, laiknya tradisi khas warga Tionghoa. Umat muslim di China biasanya memanjatkan doa selain untuk keluarga, juga ditujukan buat ribuan nenek moyang mereka yang tewas akibat Revolusi Kebudayaan serta persekusi Dinasti Qing.
Muslim etnis Hui populasinya mencapai 2,36 juta orang. Nyaris seluruhnya tinggal di Yinchuan, Ibu Kota provinsi Ningxia, seperti dilansir Kantor Berita Xinhua.

Selengkapnya di :  goo.gl/LAqJQX


Jawwad Azka atau yang mempunyai nama lengkap Jawwad Azka Karim Adalah seorang blogger, pegiat sosial media, aktivis jurnalistik, desainer grapis, dan siswa sebuah sekolah menengah atas ( tahun 2015 – 2018 ). Lahir di Ciamis, Jawa Barat Indonesia beliau merupakan putera ketiga dari sebuah keluarga sederhana dan religius yang tinggal  jauh dari keramaian dan gemerlap sebuah kota.

Riwayat pendidikan formalnya bermula dari sebuah sekolah dasar. Meskipun tidak mengambil sekolah tingkat Taman Kanak Kanak (TK), tidak menjadikan beliau tertinggal diantara teman temannya. Justru beliau mampu membuktikan meskipun tidak melalui TK terlebih dahulu, beliau bisa berprestasi yang dibuktikan dengan meraih peringkat pertama ( satu ) di kelasnya secara berturut turut sampai kelas 2 Sekolah dasar.

Dan pada kelas 3, Beliau dan keluarganya pindah rumah dikarenakan orangtuanya pindah tugas dinas sehingga sekolahnya juga ikut berpindah. Berlanjut dikelas 3 beliau memutuskan masuk ke salah satu MI ( Madrasaha Ibtidaiyah ) yaitu sebuah sekolah setingkat sekolah dasar namun memiliki kelebihan yang ditambah dengan beberapa pelajaran agama yang lebih diunggulkan.

Lulus dikelas 6 MI dengan NEM ( Nilai Ebstanas Murni ) atau Nilai UN tertinggi disekolahnya menjadi semakin lengkap prestasi yang dia raih selama masa kanak kanak. Melanjutkan sekolah ke sebuah Madrasah lagi tingkat menengah pertama yakni MTs ( Madrasah Tsanawiyah ) merupakan pilihan yang dia inginkan untuk mempertahankan dalam mendapatkan asupan lebih mengenai pemahaman dan pelajaran mengenai agama.

Lagi lagi setelah lulus dari MTs beliau kembali masuk ke salah satu Madrasah Favorit setingkat sekolah menengah atas yang ada di daerahnya yaitu MA ( Madrasah Aliyah ) nomor satu MAN 1 CIAMIS. Saat ini pada ( 2017 ) beliau sedang mengampu di kelas 3 sekolah tersebut..

Semasa kecilnya, beliau sudah menyabet prestasi secara beruntun di sekolahnya misalnya selalu masuk kategori juara 1,2,3 di kelasnya dan begitu menginjak tingkat menengah atas beliau kembali berprestasi di bidang non akademik, seperti juara 1 pidato bahasa arab antar kelas dan juara 2 Olimpiade MIPA – PAI di salah satu sekolah di kabupaten ciamis.

Previous
Next Post »
2 Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan.
Komentar yang anda kirim tidak boleh mengandung unsur unsur.
1. Komentar spam atau sampah.
2. Pornografi dan kekerasan.
3. Link aktif dan sejenisnya.

Ketik dan Tulislah kata kata yang bermanfaat saja.
Karena Damai Itu Indah ! Salam XmartBlog.