Inilah Fakta Mengejutkan Bos Pemilik Gudang Garam

Pemilik Pt. Gudang Garam Susilo Wonowidjojo memiliki kekayaan senilai 5,3 miliar dolar amerika yang dalam mata uang Indonesia 58,3 triliun rupiah dengan kurs 11 ribu rupiah per dolarnya. Kekayaan itu diperoleh dari Grup Gudang Garam yang sangat terkenal dengan produk rokoknya.

Selain sebagai salah satu dari orang Indonesia yang terkaya di Benua Asia, ada yang menarik dari pribadi beliau. Karena meskipun pemilik salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia, namun beliau ternyata tidak merokok.




Banyak pegawai pabrik rokok heran, karena ternyata owner Gudang Garam yang sangat kaya raya, malah tidak merokok sama sekali. Lantas, mereka pun mengajukan beberapa pertanyaan kepada bos pemilik Gudang Garam tersebut. Dan ternyata jawabannya sangat mengejutkan. Berikut ini hasil tanya jawab beliau dengan seseorang pegawainya.

Pegawai : “Bapak, kenapa kok Bapak tidak merokok sama sekali?”

Owner : “Lhoh, memangnya kenapa?”

Pegawai : “Kan bapak pemilik Gudang Garam, kenapa malah tidak merokok?”

Owner : “Itu di bungkus rokok kan ada tulisannya: Merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ngapain saya merokok kalo bisa jadi penyakitan.”

Pegawai : "Maksud Bapak....?

Owner : “Percuma jadi orang kaya kalo kena kanker, penyakit jantung, apalagi impotensi.”

Pegawai : “Lhah, kenapa bapak bikin pabrik rokok?”

Owner : “Rokok itu dibikin hanya untuk orang-orang yang TIDAK BISA BACA saja..!!!”

Semoga artikel singkat di atas bisa jadi inspirasi untuk kita semua. Kalau orang kaya pemilik pabrik rokok yang mampu berobat dengan dokter terbaik pun tidak ingin menyia-nyiakan kesehatannya hanya untuk menghisap rokok, kenapa kita yang orang biasa seakan tidak peduli dengan kesehatan diri kita sendiri dan kesehatan orang lain di sekitar kita yang ikut menghisap asap rokok kita? Sudah saatnya kita sadar untuk tidak merokok, karena selain membuang-buang uang, rokok juga merupakan sumber penyakit.

Jangan memperkaya orang yang sudah kaya dengan membeli rokok yang mereka produksi. Tapi, perkaya diri kita sendiri dengan hidup sehat, sehingga kita bisa menikmati hidup ini tanpa penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Jawwad Azka atau yang mempunyai nama lengkap Jawwad Azka Karim Adalah seorang blogger, pegiat sosial media, aktivis jurnalistik, desainer grapis, dan siswa sebuah sekolah menengah atas ( tahun 2015 – 2018 ). Lahir di Ciamis, Jawa Barat Indonesia beliau merupakan putera ketiga dari sebuah keluarga sederhana dan religius yang tinggal  jauh dari keramaian dan gemerlap sebuah kota.

Riwayat pendidikan formalnya bermula dari sebuah sekolah dasar. Meskipun tidak mengambil sekolah tingkat Taman Kanak Kanak (TK), tidak menjadikan beliau tertinggal diantara teman temannya. Justru beliau mampu membuktikan meskipun tidak melalui TK terlebih dahulu, beliau bisa berprestasi yang dibuktikan dengan meraih peringkat pertama ( satu ) di kelasnya secara berturut turut sampai kelas 2 Sekolah dasar.

Dan pada kelas 3, Beliau dan keluarganya pindah rumah dikarenakan orangtuanya pindah tugas dinas sehingga sekolahnya juga ikut berpindah. Berlanjut dikelas 3 beliau memutuskan masuk ke salah satu MI ( Madrasaha Ibtidaiyah ) yaitu sebuah sekolah setingkat sekolah dasar namun memiliki kelebihan yang ditambah dengan beberapa pelajaran agama yang lebih diunggulkan.

Lulus dikelas 6 MI dengan NEM ( Nilai Ebstanas Murni ) atau Nilai UN tertinggi disekolahnya menjadi semakin lengkap prestasi yang dia raih selama masa kanak kanak. Melanjutkan sekolah ke sebuah Madrasah lagi tingkat menengah pertama yakni MTs ( Madrasah Tsanawiyah ) merupakan pilihan yang dia inginkan untuk mempertahankan dalam mendapatkan asupan lebih mengenai pemahaman dan pelajaran mengenai agama.

Lagi lagi setelah lulus dari MTs beliau kembali masuk ke salah satu Madrasah Favorit setingkat sekolah menengah atas yang ada di daerahnya yaitu MA ( Madrasah Aliyah ) nomor satu MAN 1 CIAMIS. Saat ini pada ( 2017 ) beliau sedang mengampu di kelas 3 sekolah tersebut..

Semasa kecilnya, beliau sudah menyabet prestasi secara beruntun di sekolahnya misalnya selalu masuk kategori juara 1,2,3 di kelasnya dan begitu menginjak tingkat menengah atas beliau kembali berprestasi di bidang non akademik, seperti juara 1 pidato bahasa arab antar kelas dan juara 2 Olimpiade MIPA – PAI di salah satu sekolah di kabupaten ciamis.

Previous
Next Post »
0 Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan.
Komentar yang anda kirim tidak boleh mengandung unsur unsur.
1. Komentar spam atau sampah.
2. Pornografi dan kekerasan.
3. Link aktif dan sejenisnya.

Ketik dan Tulislah kata kata yang bermanfaat saja.
Karena Damai Itu Indah ! Salam XmartBlog.